Tips Memilih Tempat Kerja

Menjadi seorang karyawan dibidang Teknologi Informasi memiliki kelebihan tersendiri dalam memilih tempat kerja. Bekerja di kantor secara tradisional bagus untuk menjalin komunikasi dan keterikatan antar pekerja, sementara banyak bisnis yang tidak memiliki kantor fisik dan mengandalkan bekerja di rumah masing-masing dengan mengandalkan produk-produk internet untuk membuat kantor virtual. Setiap opsi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, kami akan menjabarkan semua opsi dalam memilih tempat kerja dan anda yang akan menentukan mana yang lebih cocok dengan gaya bekerja anda.

Untuk usaha rintisan atau startup, tidak memiliki kantor atau berbagi dalam sebuah Coworking Space menjadi pilihan utama dalam memilih tempat kerja. Kantor virtual memiliki keunggulan dalam menekan biaya sewa tempat dan biaya mengelola sebuah kantor. Pilihan kedua bagi Startup yang memiliki modal besar bisa memilih untuk langsung membangun kantor tradisional untuk membangun iklim professional antara pekerjaannya.

Pilihan ketiga dalam memilih tempat kerja adalah bekerja di Coworking Space. Coworking Space adalah gaya bekerja dengan berbagi lingkungan bekerja, biasanya berbagi sebuah kantor. Bedanya dengan kantor tradisional adalah dalam satu atap terdapat banyak perusahaan. Gaya kerja semacam ini sangat cocok bagi anda yang bekerja secara freelance , biasa bekerja di rumah, atau sering bepergian. Inti dari Coworking adalah menghubungkan pekerja dengan komunitasnya dimana ia bisa berhubungan dan mengembangkan ilmunya. Coworking mampu mengatasi problem pengalih perhatian dan isolasi dari dunia luar ketika bekerja di rumah. Seorang pekerja akan dengan mudah membangun relasi dengan pekerja lain di Coworking Space. Coworking Space juga menyediakan tempat meeting bagi anggotanya. Namun, Coworking Space juga memiliki beberapa kekurangan terutama suasana yang brisik dan kurangnya privasi.

Kapan kita harus “berpindah” dari Coworking Space atau kantor Virtual menuju kantor tradisional? keterbatasan Tempat pada Coworking Space akan memaksa perusahaan anda yang semakin besar untuk mencari tempat baru yang lebih besar. Alasan lain untuk pindah adalah tidak semua perusahaan dalam Coworking memiliki aturan kerja yang sama, perusahaan lain mungkin nyaman bekerja dengan menyalakan musik keras-keras, namun perusahaan anda mungkin lebih menginginkan suasana yang tenang. Terkadang, tuntutan profesionalitas juga menjadi pertimbangan dalam memilih tempat kerja, perusahaan virtual anda akan menghadapi masalah ketika klien ingin mengadakan pertemuan ditempat anda. Bagi seorang freelancer yang bekerja berdasarkan proyek, mungkin tidak akan berpindah ke kantor tradisional.

Mengapa kantor tradisional menjadi tujuan akhir bagi kantor virtual dan Coworking Space? Kantor tradisional memberikan keuntungan bagi interaksi antara karyawan, menandakan profesionalitas dan skala sebuah perusahaan. Klien juga akan lebih mudah dalam menemui perusahaan kita, gedung yang kita tempati juga akan membangun brand perusahaan kita. Pandangan kita selama ini tentang kantor yang selalu diasosiasikan dengan bekerja dalam bilik-bilik kecil harus kita ubah, misalnya saja kantor Google yang sangat kreatif dan hidup.