Saat Ditanya Berapa Gaji yang Diminta

Saat wawancara kerja adalah saat paling penting dalam tahapan mencari pekerjaan. Di sini anda akan dinilai langsung oleh panelis apakah anda orang yang dibutuhkan perusahaan tersebut. Beberapa orang yang memiliki hasil tes tertulis bagus, belum tentu mampu mengatasi tekanan saat tes wawancara. Salah satu lubang dalam pertanyaan wawancara adalah berapa gaji yang anda minta. Perusahaan memiliki beberapa alasan untuk menanyakan hal ini kepada anda, diantaranya:

  1. Perusahaan sedang menjajaki sejauh mana Anda menilai diri Anda, seperti kinerja, kemampuan, motivasi kerja dan sebagainya.
  2. Perusahaan bertanya-tanya berapa gaji yang Anda minta untuk mengukur kemampuan perusahaan itu sendiri untuk membayar anda. Kalau Anda diminati tetapi permintaan gaji tinggi, berarti mereka akan bernegosiasi.
  3. Perusahaan sedang berusaha menekan sekecil mungkin anggaran untuk menggaji Anda dengan prinsip “siapa tahu bisa digaji di bawah anggaran semestinya”.

Kemungkinan memang ada tujuan lain, tetapi pada dasarnya tiga kemungkinan itulah tujuan dari pertanyaan mengenai gaji.

Prinsip utama untuk menjawab pertanyaan “berapa gaji yang Anda minta” adalah:

  1. Jangan pernah menjawab “terserah kebijakan perusahaan” atau sejenisnya. Jawaban ini menunjukkan bahwa Anda tidak memiliki “harga” atau Anda sendiri tidak bisa menghargai diri sendiri. Bisa jadi ini dipersepsi oleh perekrut bahwa Anda tidak memiliki kemampuan yang memadai dan yang penting adalah mendapat pekerjaan.
  2. Jangan pernah menjawab “sebesar UMK atau UMR” jika Anda tidak tahu secara persis berapa UMR/UMK tempat di mana perusahaan itu berada. Jika anda tidak tahu ketika ditanya oleh perusahaan, maka anda akan menimbulkan keraguan pada panelis.
  3. Jangan pernah menyebut angka yang relatif kecil dibandingkan dengan keahlian, pendidikan atau kemampuan dan tanggung jawab yang bakal Anda pikul kalau diterima bekerja. Ini akan membuat anda terlihat seolah tidak yakin dengan kemampuan sendiri.
  4. Jangan pernah meminta terlalu besar pula, sebab Anda akan dianggap sombong; atau kalau memang perusahaan meminati keahlian Anda, perekrut akan menerapkan standar yang tinggi dan kesalahan kecil akan berdampak besar kepada anda.

Lantas berapa gaji yang seharusnya Anda sebutkan? Sebelum menjawab jumlah tertentu, rincilah biaya kebutuhan Anda sehari-hari mulai dari biaya makan, transportasi, menabung dan segala hal yang sekiranya bisa membuat Anda tenang dalam bekerja.

Dengan menyebut jumlah tertentu tetapi berdasarkan hitungan yang rasional, maka kalaupun perusahaan meminta Anda menurunkan jumlah gaji yang diminta, Anda bisa menjawabnya secara logis atau alasan lain yang rasional sehingga perusahaan pun merasa tenang menerima Anda bekerja di perusahaan tersebut.

Hal yang juga berguna untuk referensi dalam menjawab pertanyaan itu adalah Anda perlu mencari tahu dahulu sebelumnya (dengan banyak cara) untuk mengetahui gaji standar yang diberikan oleh perusahaan itu kepada karyawan baru selevel Anda. Dengan demikian ada sedikit gambaran kira-kira berapa permintaan gaji yang harus kita ajukan dan kemungkinan besar diterima oleh perusahaan.