Personal Branding juga Diperlukan dalam Melamar Kerja

Persaingan mencari kerja pada saat ini, membuat para pelamar kerja harus lebih kompetitif untuk mendapatkan pekerjaan yang diimpikan. Tidak hanya IPK dan resume yang cantik, para pelamar kerja harus bisa melakukan personal branding yang baik pula.

Talkshow dalam Jogja Geek Fair tentang “Working at Start-Up and Digital Companies”, dibawakan oleh Lanny Wijaya (Regional Relationship Manager, Linkedin), Panji Gautama (VP Engineering KUDO), Asro Nasiri (Direktur Amikom Business Park), dan Kinanthi Renaningtyas (Indonesia Representative SUJ).  Dalam diskusi tersebut, dibahas mengenai apa yang perlu dilakukan pelamar agar segera mendapatkan pekerjaan yang diimpikan, dan bagi para pencari talenta, diharapkan mereka juga harus bisa melakukan branding perusahaan agar para pelamar tertarik untuk mendaftar.

Media sosial juga berperan penting untuk mengetahui profil personal dari pelamar. Salah satu yang dapat menunjang personal branding dari pelamar, adalah profilnya di Linkedin. Netizen, khususnya di Indonesia, pada umumnya mengenal Linkedin sebagai sosial media untuk professional tingkat manajerial atas. Namun sebenarnya, para mahasiswa, pencari kerja, maupun new entry professional juga bisa menggunakan jejaring sosial ini untuk mencari peluang dalam dunia kerja maupun berbisnis. Mereka dapat “mempercantik” profilnya dengan informasi yang menarik, berbagi berita dan pengalaman, hingga mencari kerja.

Hal lain yang juga penting dilakukan ketika mencari kerja adalah passion. Menurut Panji Gautama, berdasarkan pengalamannya bersama KUDO, ada dua hal yang membuat para pencari kerja melamar di KUDO, yaitu punya passion di KUDO dan yang kepepet bekerja di KUDO. Pada akhirnya yang bertahan adalah yang  benar-benar passion di KUDO.

Jogja Geek Fair 2017 merupakan acara tahunan pameran digital di Yogyakarta. Acara ini mempertemukan talenta dan perusahaan digital, serta komunitas. Ada 50 perusahaan yang meramaikan acara ini, dan 3.018 peserta  yang hadir. Acara ini diinisiasi oleh Telkom Jogja Digital Valley dan Asosiasi Digital Kreatif.

Mimin Modz

Young geek but studied business for 7 years